PIK-M Lampung.

saya,k cndra,k joko,adam,nong,david dan tiara.kenang-kenangan d ciwok bandung saat mengikuti ajang kumpul remaja tingkat nasional.

Baim Prince

wawawawawaw.

Seminar UKM DIGITAL

membahas buku-buku adalah salah satu kegiatan teman2 digita dengan tujuan menambah wawasan serta pengetahuan dan harapanya menjadi motivasi untuk sahabat digital selanjutnya salam semangat.

The genk jambrong

Adalah Alumni MAN Prabumulih yang berasal dari status sosial yg berbeda-beda namun tetap satu cinta satu harapan dan satu tujuan untuk mencapai kebahagian.

Sahabat MISI

Anti Mati Gaya.

Selasa, 19 April 2011

jagad

sdasdsfd fevefvce

Kamis, 14 April 2011

Seperti KarangLah,!

Berdirilah dengan kakimu yang terkuat, karena ketika ombak datang maka dia akan menahan dengan sempurna meski badanmu limbung tapi tubuhmu akan tetap tegak berdiri.



Bersiaplah dengan tepat, karena dengan persiapan yang matang dan mantap akan membawa kau pada situasi yang mudah kau kendalikan.



Bukalah matamu pada aktualisasi dunia, karena disanalah kau akan belajar kehidupan yang akan membuka mata hati, jiwa dan pikiran kita bahwa inilah realita kehidupan yang ada dimana yang kecil akanterinjak-injak dan yang besar akan berpesta pora atas penderitaan yang kecil



Dan biarkan nafas wangi suara hatimu mengalir dalam relung jiwa dan darahmu karena disanalah kau akan menjadi dirimu yang berdikari dan mencoba tegak bertahan meski badai menghadang, kau tetap tegar dan menjadi sosok jiwa yang kuat dan Nikmatilah hidup sebagai pejuang yang berazzam untuk meraih kehidupan dalam kesyahidan

Tapi bukan kita!

Biarkan org lain mengeluh atas ujian hidupnya yang pahit, tapi bukan kita.

Biarkan org lain menangisi kegagalan dan memaki keadaan, tapi bukan kita.

Biarkan org lain putus asa dan menyalahkan takdir, tapi bukan kita.

Biarkan org lain sibuk mengurusi kesalahan org lain, tp bukan kita

Biarkan org lain terhasut, bertengkar dan berdebat ttg hal-hal kecil, tp bukan kita

Biarkan org lain memendam benci dan dendam, tp bukan kita

Biarkan orang lain pasrah, lelah dan menyerah , tapi bukan kita

Biarkan orang lain enggan mengakui kekalahan, tapi bukan kita

Biarkan org lain bersembunyi dalam selimut prasangka, tapi bukan kita

Biarkan org lain acuh pada kebersamaan dan kepedulian, tapi bukan kita

Biarkan orang lain materialistis dan angkuh, tapi bukan kita

Biarkan orang lain tertawa diatas penderitaan orang lain, tapi bukan kita

Biarkan orang lain berkhianat dan melimpahkan amanahnya ke tangan orang lain,

Tapi Bukan kita..Skali lagi BUKAN KITA,



sebab kita tau, Kebaikan yg besar harus dimulai dari yg kecil, dari sekarang dan dari KITA.

sebab kita tau, bahwa hidup dalam kacamata org lain bukanlah hidup kita,

sebab kita tau, hanya DIA yang benar-benar tau siapa kita.



masih banyak bentuk "Biarkan2" negatif lainnya yg harus kita cegah pada diri sendiri dan orang2 disekitar kita ,agar kelak yg mjd org lain itu bukanlah kita, bukan saudara kita, keluarga kita, teman kita, tetangga kita/bangsa kita. seandainy sj setiap "Kita" bisa menempatkan diri kita sbg kita yg benar2 kita, maka biar saja org lain itu hanya ada di negara tetangga kita, di benua tetangga kita , atau bahkan di planet tetangga kita. Tapi tetap pastikan bahwa ORANG LAIN itu bukanlah diri KITA.

Kesabaran

Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan dalam diri seorang pahlawan. Maka dahulu ulama kita mengatakan: "Keberanian itu, sesungguhnya hanyalah kesabaran sesaat."





Resiko adalah pajak keberanian. Dan hanya kesabaran yang dapat menyuplai seorang pemberani dengan kemampuan untuk membayar pajak itu terus menerus. Dan itulah yang dimaksud Allah swt dalam firman-Nya: ”Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, niscaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir."(QS. 8: 65).

Ada banyak pemberani yang tidak mengakhiri hidup sebagai pemberani. Karena mereka gagal menahan beban resiko. Jadi keberanian adalah aspek ekspansif dari kepahlawanan. Tapi kesabaran adalah aspek defensifnya. Kesabaran adalah daya tahan psikologis yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban idealisme kepahlawanan, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. Coba simak firman Allah swt ini: "Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami." (QS. 32 : 24).





Demikianlah kemudian ayat-ayat kesabaran turun beruntun dalam Qur’an dan dijelaskan dengan detil beserta contoh aplikasinya oleh Rasulullah saw, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam posisi yang paling terhormat ketika Ia mengatakan: "Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan sholat. Sesungguhnya urusan ini amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’." (QS. 2: 45 )





Rahasianya adalah karena kesabaran ibarat wanita yang melahirkan banyak sifat lainnya. Dari kesabaranlah lahir sifat santun. Dari kesabaran pula lahir kelembutan. Bukan hanya itu. Kemampuan menjaga rahasia juga lahir dari rahim kesabaran. Demikian pula berturut-turut lahir kesungguhan, kesinambungan dalam bekerja dan yang mungkin sangat penting adalah ketenangan.





Tapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu saat Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: "Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada benturan pertama." (Bukhari dan Muslim).





Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada benturan pertama menciptakan kekebalan pada benturan selanjutnya. "Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu hanya menembus panah," kata penyair Arab nomor wahid sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.





Mereka yang memiliki naluri kepahlawan dan keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cobaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, "sampai akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya," kata Ibnul Qoyyim.

menghadapi hidup?

Bagaimana kita menghadapi hidup? semua tergantung dari mana kita bisa memandang dan melihat sesuatunya.

Ada cerita tentang dua buah Ember kayu di sebuah sumur. Yang satu selalu merasa sedih, dan tidak berhenti-hentinya komplen. Ia selalu mengeluh tentang orang2 yang datang ke sumur hanya untuk memanfaatkannya untuk mengambil air dari dalam sumurnya dan kemudian pergi meninggalkannya begitu saja. Ia selalu komplen-komplen dan komplen. ketika orang2 datang, dia sudah berpikir jelek ttg orang2 itu karena mengunakan dirinya untuk mengambil air dari dalam sumur. Menceburkannya ke dalam air yang dingin dan sumur yang gelap, menariknya keatas, Ia pun harus membawa beban yang berat dan kemudian air yang dibawanya pun harus dibawa pergi, kemudian dirinya hanya kembali di jemur di atas sumur sampai ada yang mengunakannya lagi.Kepanasan membuat tubuhnya kering kerontang dan semakin panjang pula keluh kesahnya.

Sedang Ember Kayu yang satunya lagi selalu merasa bahagia, dan selalu bersyukur dengan apa yang didapatkannya. Ketika ada orang-orang yang datang ke sumur tersebut, ia akan bahagia sekali karena ia dapat membantu mereka melayani kebutuhan orang banyak yang membutuhkan air dalam hidupnya. Ketika tubuhnya basah dengan air yang dingin ia pun bersyukur akhirnya tubuhnya dapat mandi setelah sekian lama kering berada di atas sumur, dan berdoa semoga air yang dibawanya keatas dapat digunakan oleh banyak orang, lalu dengan suka cita ia memberikan dengan tulus air itu untuk dibawa pergi oleh mereka yang memerlukan. Ketika dirinya di jemur kembali di atas sumur, ia pun bersyukur karena masih ada mentari yang menghangatkan dirinya setalah basah dan masuk ke dalam sumur yang lumayan dingin. Ia pun masih bisa mendengarkan suara burung2 yang bernyanyi riang gembirA, awan putih bersih yang selalu tersenyum padanya, rumput2 yang hijau yang selalu berdansa untuknya, dan semua hewan yang lalu lalang di depannya. Ia bersyukur karena hidup ini begitu indah. walau hanya sebagai sebuah ember kayu di sumur tetapi ia telah dapat menberikan banyak arti dan sumbangsih bagi siapapun yang membutuhkan.





Sumur adalah tempat kita saat ini, air adalah bentuk sesuatu yang kita miliki, dari kelebihan kita, ilmu, tenaga, materi, nasihat dan lainnya yang bisa kita berikan kepada orang lain. kita sendiri mau menjadi siapa hanya diri sendiri yang menentukan mau komplen dan marah-marah terus setiap hari, tidak pernah puas dan negatif thinking setiap hari? atau mau berubah menjadi sosok yang ceria, yang riang dan selalu bersyukur karena dapat memberikan sesuatu kebahagiaan walau pun kecil kepada orang lain? semua ada di tangan kita sendiri……

Menyadari kehidupan itu begitu berarti, dan begitu penting. bahwa kita tidak hidup sendiri, maka berbagilah kebahagiaan pada orang lain, maka kamu adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.

Senin, 11 April 2011

Tersenyum Dalam setiap Keadaan

Menjadi KARANG-lah, meski tidak mudah

sebab ia kan menahan sengat binar mentari yang garang

sebab ia kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa

...tanpa kenal hari

melawan bayu yang keras menghembus

dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan



sebab keteguhannya kan menahan hempas badai yang datang

menggerus, terus menerus

ia kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus

ia akan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad,

tanpa rasa jemu dan bosan



Menjadi POHON-lah yang tinggi menjulang

meski itu tidak mudah

sebab ia kan tatap tegar bara mentari

yang terus menyala di setiap siangnya

sebab ia kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar

ia kan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir



sebab ia hujamkan akar yang kuat menopang

untuk menahan gempita hujan yang coba merubuhkan

dan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengeyangi

sebab ia kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung

yang singgah di dahannya

lalu berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya



Menjadi PAUS-lah, meski itu juga tidak mudah

sebab dengan sedikit kecipaknya ia akan menggetarkan ujung samudera

sebab besar tubuhnya menakutkan musuh yang coba mengganggu

sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya



Menjadi MELATI-lah, meski tampak tak bermakna

sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan

ia begitu putih seolah tanpa cacat

sebab ia tak takut hadapi angin dan hujan dengan mungil tubuhnya

ia tak pernah iri melihat mawar yang segar merekah

dan tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi

ia tak pernah dengki dan rendah hati

pada keanggunan anggrek dan tulip yang berwarna-warni



Menjadi ELANG-lah dengan segala kejantanannya

meski itu juga tidak mudah

sebab ia melayang tinggi menembus birungya langit

melanglang buana taklukan medannya

sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru

ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh

menukik tajam mencengkeram mangsa

dan kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya

bersama kepak sayap yang membentang gagah



Menjadi KUPU-KUPU-lah, meski itu juga tak mudah

sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini

ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan

dan belajar lebih banyak berdiam

untuk menunggu waktu yang tepat tentang keindahan

sebab ia bersembungi menahan diri dari segala yang menyenangkan

hibgga tiba saat untuk keluar dan bagikan kebaikan