Senin, 11 April 2011

Tersenyum Dalam setiap Keadaan

Menjadi KARANG-lah, meski tidak mudah

sebab ia kan menahan sengat binar mentari yang garang

sebab ia kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa

...tanpa kenal hari

melawan bayu yang keras menghembus

dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan



sebab keteguhannya kan menahan hempas badai yang datang

menggerus, terus menerus

ia kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus

ia akan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad,

tanpa rasa jemu dan bosan



Menjadi POHON-lah yang tinggi menjulang

meski itu tidak mudah

sebab ia kan tatap tegar bara mentari

yang terus menyala di setiap siangnya

sebab ia kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar

ia kan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir



sebab ia hujamkan akar yang kuat menopang

untuk menahan gempita hujan yang coba merubuhkan

dan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengeyangi

sebab ia kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung

yang singgah di dahannya

lalu berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya



Menjadi PAUS-lah, meski itu juga tidak mudah

sebab dengan sedikit kecipaknya ia akan menggetarkan ujung samudera

sebab besar tubuhnya menakutkan musuh yang coba mengganggu

sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya



Menjadi MELATI-lah, meski tampak tak bermakna

sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan

ia begitu putih seolah tanpa cacat

sebab ia tak takut hadapi angin dan hujan dengan mungil tubuhnya

ia tak pernah iri melihat mawar yang segar merekah

dan tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi

ia tak pernah dengki dan rendah hati

pada keanggunan anggrek dan tulip yang berwarna-warni



Menjadi ELANG-lah dengan segala kejantanannya

meski itu juga tidak mudah

sebab ia melayang tinggi menembus birungya langit

melanglang buana taklukan medannya

sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru

ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh

menukik tajam mencengkeram mangsa

dan kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya

bersama kepak sayap yang membentang gagah



Menjadi KUPU-KUPU-lah, meski itu juga tak mudah

sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini

ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan

dan belajar lebih banyak berdiam

untuk menunggu waktu yang tepat tentang keindahan

sebab ia bersembungi menahan diri dari segala yang menyenangkan

hibgga tiba saat untuk keluar dan bagikan kebaikan

0 komentar:

Posting Komentar